Malang, 15 Mei 2026 – MALANG, BKM. FAJAR.CO.ID — Camat Panakkukang, Syahril melakukan kunjungan studi tiru ke TPS3R Mulyoagung Bersatu di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Camat Panakkukang didampingi Lurah Pandang, Lurah Panaikang, serta Lurah Karuwisi Utara untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di TPS3R Mulyoagung Bersatu.
Rombongan memantau berbagai tahapan pengelolaan sampah mulai dari proses pemilahan, daur ulang, hingga pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi kompos dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
TPS3R Mulyoagung Bersatu sendiri dikenal sebagai salah satu percontohan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia karena dinilai berhasil menekan volume sampah dari hulu hingga ke hilir.
“Kami ingin mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil diterapkan di TPS3R Mulyoagung agar bisa menjadi referensi di Kecamatan Panakkukang,” ujar Camat Panakkukang, Syahril.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Panakkukang untuk mempelajari pola pengelolaan sampah terpadu yang nantinya dapat diterapkan di wilayahnya.
Syahril menegaskan, pihaknya akan segera merumuskan langkah strategis bersama para lurah dan tokoh masyarakat guna memperkuat kelembagaan TPS3R di wilayah Kecamatan Panakkukang.
“Penguatan TPS3R di tingkat kelurahan akan menjadi fokus kami ke depan untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat jika dikelola dengan baik.
“Kami melihat pengelolaan sampah di sini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Kecamatan Panakkukang telah memiliki TPS3R yang berada di Kelurahan Pandang dan Kelurahan Karuwisi Utara.
Keberadaan TPS3R tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui sistem pengelolaan yang lebih modern dan berbasis partisipasi masyarakat. Selain mengurangi beban sampah perkotaan, konsep tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui pengolahan sampah terpadu. (jar)