Berita Terbaru
Perum Jasa Tirta I Perkuat Mitigasi Sampah Sungai Brantas Dari Hulu Melalui Pengembangan Kapasitas TPS3R di Kabupaten Malang
KSM TPS 3R Kabupaten Malang Beri Pemahaman Penanganan Sampah di Kota Ternate
Kunjungan Direktur Sanitasi PUPR Ke TPST 3R Mulyoagung
Ngangsu Kawruh Di TPST 3R Mulyoagung
Upaya Kelola Limbah Plastik, Keberadaan TPS Ilegal Jadi PR Pemkab Malang
Tentang TPST
TPS 3R Mulyoagung Bersatu dibentuk sebagai solusi atas masalah sampah yang selama hampir 20 tahun dibuang ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas oleh warga Desa Mulyoagung, yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Setelah pemerintah menutup area pembuangan tersebut pada 2009, masyarakat dengan dukungan PNPM Mandiri Pedesaan menggagas pembangunan tempat penampungan sampah sementara di atas tanah desa. Harapan itu terwujud ketika pada 2010 desa mendapat hibah pembangunan TPS 3R dari Kementerian PUPR, dan sejak Februari 2011, fasilitas ini resmi beroperasi sebagai TPST Mulyoagung Bersatu di bawah pengelolaan KSM setempat.
Konsep 3R
(Reduce, Reuse dan Recycle)
REDUCE
Mengurangi sampah yang telah dikumpulkan di TPS 3R dari rumah tangga layanan dengan cara memilah sampah tersebut untuk memisahkan antara sampah yang masih bernilai ekonomis dan bernilai guna dengan sampah residu. Selanjutnya sampah yang bernilai ekonomis dan bernilai guna dapat dimanfaatkan baik sesuai dengan nilainya (dijual atau digunakan untuk keperluan lainnya) untuk kebutuhan TPS 3R.
REUSE
Menggunakan kembali sampah yang terkumpul di TPS 3R lalu memilah sampah jenis tertentu seperti kantong plastik/ karung/ sak yang masih utuh untuk selanjutnya digunakan kembali sebagai wadah/ media packing hasil olahan sampah, sedangkan sampah oraganik sisa makanan (food waste) digunakan kembali untuk makanan budidaya maggot.
RECYCLE
Melakukan daur ulang atas sampah yang dapat di daur ulang dengan teknologi yang dimiliki. daur ulang sederhana di TPS 3R dapat dilakukan dalam bentuk pembuatan pupuk kompos yang berbahan baku sampah organik jenis daun-daunan, selain itu juga daur ulang dapat dilakukan dengan pembuatan pupuk cair atau sabun cuci tangan dari peengembangan Eco-enzyme yang berbahan baku dari sampah organik buah dan sayur-sayuran